Kamis, 14 Maret 2013

Menghitung Angka Operasional Pendidikan Raudhatul Athfal (RA)

Oleh : Sawiyanto, MA

Pertanyaan : Mampukah meningkatkan mutu pendidikan RA ?

Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 28 ayat 3 dinyatakan bahwa "Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk taman kanak-kanak (TK), raudatul athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat". Dalam penjelasannya disebutkan "Raudhatul Athfal (RA) menyelenggarakan pendidikan keagamaan Islam yang menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi diri seperti pada taman kanak-kanak."
Jika kita cermati momen ini sangat strategi bagi pembentukan anak yang memiliki karakter, baik karakter keilmuan disebabkan pendidikan yang dilakukan dimulai sejak dini, terlebih karakter keagamaan yang mencerminkan dan menanamkan nilai-nilai akhlakulkarimah sejak kecil.
Melihat fenomena dilapangan (ditengah-tengah masyarakat) antusias untuk menyelenggarakan pendidikan RA ini sangat menggembirakan, artinya banyak masyarakat yang peduli terhadap pengelolaan pendidikan ditingkat Raudhatul Athfal (RA) ini. Persoalannya sejauh mana masyarakat mengelola pendidikan yang tergolong "Usia Dini" ini?. Mampukah mereka mengelola secara profesional?. Bagaimana mereka mengelolanya?. Mari kita lihat.
Standar Biaya; (Khusus di Kecamatan Tanjung Morawa)
Biaya uang iuran (SPP) RA sangat bervariasi, per-bulan/siswa ada yang sebesar Rp.50.000,- dan ada yang Rp.25.000,- bahkan masih ada yang sebesar Rp.15.000,-. Contoh, jika kita rata-ratakan Iuran SPP Rp.35.000,- dengan jumlah siswa sebanyak 20 orang, maka Lembaga RA tersebut memiliki uang masuk perbulan sebesar Rp.700.000,-(Jika membayar semua dan tepat waktu tiap bulannya). Sementara kebutuhan lembaga RA untuk meningkatkan mutu pendidikan sangatlah banyak seperti membayar honor guru, belanja sarana-prasarana, perbaikan gizi siswa, mengembangkan potensi pendidik, dll. Idealnya jika rasio jumlah murid sebanyak 20 orang, maka RA tersebut minimal harus memiliki 2 orang guru sudah termasuk Kepala RA-nya juga merangkap sebagai guru. Jika gaji setiap guru per-bulan sebesar Rp.250.000,- (layak-kah), maka sisanya Rp.300.000,- untuk ATK sebesar Rp.150.000,- Transportasi sebesar 75.000,- Biaya foto copy, dll sebesar 30.000,- pembelian pratikum anak sebesar Rp.40.000,-(habis). Apatah lagi untuk kegiatan lainnya seperti arisan IGRA, biaya perlombaan, pembelian bahan ajar, media, perbaikan sarana-prasarana, dll. Waduh....pusing dech, akan tetapi kita melihat betapa pendidikan ini memiliki nilai ibadah dan bernilai jihad, maka walaupun minim pembiayaan operasional lembaga Raudhatul Athfal ini para pengelola tetap semangat dan memperjuangkan agar Raudhatul Athfal tetap eksis, maju dan berkembang dengan baik.
Untuk itu kita memohon kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama agar mengalokasikan Dana Pendidikan semisal Bantuan Operasional Siswa (BOS) khusus untuk RA perbulan persiswa, walaupun nilainya kecil akan tetapi sangat membantu bagi pengelolaan RA dimanapun berada.
demikian semoga berguna dan bermanfaat.

Senin, 24 Desember 2012

Pembagian Rapot SM. Ganjil TP. 2012/2013

Tanggal 22 Desember 2012 adalah hari pembagiab rapot bagi RA/Madrasah (sesuai kalender akademik kementerian Agama). RA Milda Wiranti yang beralamat di jalan Batang Kuis Dusun V Desa Buntu Bedimbar Kecamatan Tanjung Morawa adalah salah satu lembaga Pendidikan Formal tingakt PAUD dibawah naungan Mapenda Kemenag Deli Serdang turut ambil bagian dalam pembagian Rapot tersebut.
Berikut siswa yang mendapat ranking RA Milda Wiranti:
Kelompok A:
1. Mhd. Agus Sahputra
2. Suhaila Fatia
3. Siti Nadia Safira
Kelompok B:
1. GadisTasya Fadhilah
2.Salsabila Ramadhani Lubis
3. Aulia Sabila


Selasa, 20 November 2012

NRG Baru Butet Sriani

Biodata Sertifikasi dan NRG



  1.    Nomor Peserta
11070102820004
  2.    Nama Lengkap dan gelar
BUTET SRIANI, S.PdI
  3.    Pola Sertifikasi
PLPG
  4.    Bidang Studi Sertifikasi
Guru Kelas
  5.    NUPTK
5153740643300023
  6.    NRG
110212174007
  7.    Pangkat / Gol (untuk PNS)
---
  8.    Masa Kerja Sebagai Guru
27 Tahun
  9.    Jenis Kelamin
Perempuan
10.    Tempat, Tgl. Lahir
Pematang Siantar, 21 Agustus 1962
11.    Pendidikan terakhir / Bdg Studi
S.1 / PAI
Nama Perguruan Tinggi
STAIS Al-Ikhlas
12.    Mengajar Satuan Pendidikan
RA. Milda Wiranti
13.    Mata Pelajaran / Guru Kelas
Guru Kelas
14.    Beban Mengajar
18 JTM
15.    Tugas Tambahan
Kepala RA
16.    Sekolah / Tempat Tugas

a.    Nama Sekolah
RA. Milda Wiranti
b.    Alamat Sekolah
Jln. Btg Kuis Pasar 9 Desa Buntu Bedimbar
c.    Kecamatan
Tanjung Morawa
d.    Kabupaten / Kota
Deli Serdang
e.    Provinsi
Sumatera Utara
f.     No. Telp. Sekolah
061-75210727
g.    NSS/NSM
101212070151
 

NRG Bagi Guru RA/Madrasah Lulus Sertifikasi 2011

Bergembiralah guru-guru RA/Madrasah khususnya dalam lingkungan Mapenda Deli Serdang yang lulus sertifikasi tahun 2011, sebab selama hampir setahun menanti kedatangan nomor keberuntungan guru yaitu: Nomor Sertifikasi Guru (NRG) AKHIRNYA NRG tersebut keluar juga. Tapi......tunggu ya INFO-nya dari Mapenda Deli Serdang.

Senin, 06 Agustus 2012

10 Tanda Anak Cerdas

Seringkali, orang tua bingung melihat anaknya yang masih usia balita. Ada yang nakal, ada yang kelewat aktif, tetapi ada juga yang kalem dan pendiam. Oleh karena itu, selalu terbersit pertanyaan, cerdaskah anakku? Menurut American Association of Gifted Children, Duke University, Durham, North Carolina (AS), ada 10 tanda anak-anak cerdas. Berikut ini beberapa ciri-ciri anak cerdas.
1. Mampu membaca di usia dini. Daya ingat yang sangat baik serta kemampuan untuk belajar dengan cepat, membuat mereka mampu membaca pada usia yang sangat dini.
2. Mampu berjalan dan bicara di usia dini. Kemampuan koordinasi tubuh berkembang lebih cepat, memudahkan mereka belajar berjalan.
3. Aktif bertanya. Anak cerdas umumnya cepat bosan sehingga selalu ingin tahu tentang hal-hal baru –yang membuat mereka menjadi penanya yang sangat aktif dan seringkali sangat kritis serta sangat “bermakna”, sehingga membutuhkan penjelasan yang cukup rinci.
4. Aktif berargumentasi. Karena kemampuan berpikir analitisnya berkembang pesat, mereka senang mengemukakan pendapat serta gagasan, berdebat dan mampu mengekspresikan diri dengan baik.
5. Tulisan tangannya tidak rapi. Karena jalan pikiran mereka jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan gerak tangannya untuk menuliskan hal-hal yang dipikirkan.
6. Sensitif. Baik secara emosi maupun fisik –mereka bisa menunjukkan reaksi berlebihan terhadap sesuatu di lingkungan.
7. Mampu berpikir kreatif. Senang dengan tantangan yang mengharuskan mereka menciptakan sesuatu yang baru serta menyelesaikan masalah dengan cara yang tidak umum.
8. Energik. Anak yang penuh vitalitas, sepertinya tak kenal lelah, sehingga biasanya tidak mau tidur siang dan susah disuruh tidur meski sudah larut malam.
9. Senang bereksperimen. Daya kreativitas yang sangat tinggi, membuat mereka sangat suka mencoba melakukan berbagai hal baru, yang mungkin cukup ekstrim.
10. Senang mengamati. Minat yang sangat tinggi untuk belajar tentang berbagai macam hal, menjadikan mereka pengamat yang baik –dan memiliki rentang perhatian yang panjang. Demikian cirri-ciri anak cerdas seperti dilansir ayahbunda. (Stifa).
Sumber : http://obyektif.com/duniawanita/read/10_tanda_anak_cerdas/

Anggaran UKG (Uji Kompetensi Guru)

Berapa Besar Anggaran Uji Kompetensi Guru?
JAKARTA, KOMPAS.com - Penyelenggaraan uji kompetensi guru (UKG) tak hentinya mendapatkan sorotan. Sejak sebelum dilaksanakan, pro kontra terus bergulir. Sejumlah organisasi guru mengkritisi pelaksanaan ujian yang menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bertujuan memetakan kompetensi guru. Selain hasilnya yang diprediksi tidak akan valid, dari sisi anggaran juga disoroti. Ada yang menyebutkan, untuk uji kompetensi terhadap lebih dari satu juta guru ini, dianggarkan Rp 100.000 per orang. Kemdikbud membantahnya, anggaran per orang tak sebesar itu. Berapa sebenarnya rupiah yang digelontorkan?
Hingga saat ini, memasuki hari ketiga pelaksanaan yang masih diwarnai kegagalan, besaran anggaran untuk membiayai uji kompetensi belum juga dipaparkan Kemdikbud.
Dalam sebuah kesempatan, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidik (BPSDMP-PMP) Kemdikbud, Syawal Gultom mengatakan, unit cost untuk masing-masing guru peserta UKG adalah Rp 50 ribu.
Namun, keterangan Syawal ini berbeda dengan jumlah yang disampaikan oleh anggota Komisi X DPR yang membidangi pendidikan, Dedi Gumelar, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (2/8/2012).
Menurut Dedi, pelaksanaan UKG membutuhkan biaya sekitar Rp 300 miliar dengan unit cost masing-masing peserta hampir mencapai Rp 200 ribu. Di luar itu, DPR tidak mengetahui secara jelas berapa anggaran untuk perangkat pendukung lainnya dalam pelaksanaan UKG.
Dedi mengungkapkan, terkait besaran anggaran UKG tidak dipaparkan secara rinci kepada DPR.
"Kami hanya menyetujui anggarannya saja, tapi semuanya tidak disampaikan secara rinci. Jangan salah, UKG itu menelan banyak biaya. Mencapai ratusan miliar tapi kami tidak ngeh untuk apa saja anggaran tersebut," kata Dedi.
Sebelumnya, salah satu organisasi guru, Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) menolak pelaksanaan uji kompetensi guru karena menilai tidak punya dasar hukum dan hanya pemborosan.
Sekretaris Jenderal FGII Iwan Hermawan mengatakan, bila untuk pelaksanaan UKG itu dianggarkan biaya per guru mencapai Rp 100 ribu, maka jika dikalikan sekitar satu juta guru yang akan mengikutinya, akan menghabiskan dana mencapai Rp100 miliar.

Editor :Inggried Dwi Wedhaswary
Sumber : http://www.pendis.kemenag.go.id/index.php?a=detilberita&id=6772

Minggu, 05 Agustus 2012

Pengelolaan Pembinaan Raudhatul Athfal

Oleh : Butet Sriani, S.Pd (Kepala RA. Milda Wiranti Tanjung Morawa)
Pelaksanaan Workshop di Bogor memberi kesan ilmu tersendiri bagi saya selaku utusan RA. Milda Wiranti Tanjung Morawa, Workshop dilaksanakan dari tanggal 1 s.d 3 Agustus 2012 bertempat di Hotel Permata Bogor. Dalam salah satu materi yang disampaikan oleh Narasumber dari IGRA Kemenag Pusat bagian RA yaitu Oleh : Dra. Hj. Latifah. M, M.Pd, dapat disimpulkan sebagai berikut:
"Kurikulum Raudhatul Athfal adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, bidang pengembangan dan penilaian serta cara yang digunakaan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan.
Fungsi RA : Fungsi pendidikan Raudhatul Athfal adalah membina, menumbuhkan, mengembangkan seluruh potensi anak secara optimal sehingga terbentuk perilaku dan kemampuan dasar sesuai dengan tahap perkembangannya agar memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan selanjutnya. 
Tujuan RA adalah : Membantu meletakkan dasar kearah perkembangan sikap perilaku, pengetahuan, keterampilan dan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik agar menjadi muslim yang menghayati dan mengamalkan agama serta menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan kepentingan pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya. Program pembelajaran di Raudhatul Athfal mencakup bidang pengembangan perilaku dan pengembangan kemampuan dasar bersifat pembiasaan. 
Bidang Pengembangan Akhlakul Karimah, Sosial Emosional dan Kemandirian 
Bidang pengembangan akhlakul karimah, sosial emosional dan kemandirian merupakan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus dan ada dalam kehidupan sehari-hari anak, sehingga menjadi kebiasaan yang baik. 
Bidang pengembangan Kemampuan dasar: a. PAI, b. Bahasa, c. Kognitif, dan d. Fisik"
Oleh karena itu kepada seluruh pengelola RA khususnya di Deli Serdang untuk tidak bosan melakukan inovasi dan pengembangan RA demi untuk kelanjutan pendidikan anak khususnya dalam rangka menanamkan pendidikan agama sejak dini.

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda